Pengurus PWI Kukar Periode 2022-2025 Resmi Dilantik
Prosesi pelantikan kepengurusan PWI Kutai Kartanegara
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR-
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim Endro S Efendi resmi melantik
kepengurusan PWI Kukar massa periode 2022-2025, di ruang serbaguna Kantor
Bupati Kukar, Selasa (31/1/2023).
Pelantikan tersebut dihadiri Bupati Kukar Edi Damansyah, Ketua DPRD Kukar
Abdul Rasid, Kepala Kejaksaan Negeri Kukar, Rektor Unikarta Prof Ince Raden,
dan tamu undangan lainnya.
Bupati Kukar Edi Damansyah menyampaikan selamat
kepada kepengurusan PWI Kukar. PWI Kukar merupakan wadah berkumpulnya wartawan.
"Harapan kami organisasi ini harus
produktif, paling tidak dengan keberadaan PWI bisa meningkatkan kesejahteraan
wartawan, kompetensi, dan lainnya," ujar Edi Damansyah.
Kata dia, tugas wartawan harus menyampaikan
informasi dengan benar, bagaimana bisa mengedukasi dan mencerdaskan masyarakat,
dan hal ini telah berjalan dengan baik di Kukar.
"Wartawan harus menjaga marwahnya,
sehingga profesi ini dipandang mulia, bahwa yang ada di dalam organisasi ini
merupakan orang yang hebat," tutupnya.
Sementara Ketua PWI Kaltim Endro S Efendi
menyampaikan selamat kepada kepengurusan PWI Kukar, massa periide 2022-2025.
PWI merupakan organisasi profesi terbesar di Indonesia, khususnya di Kaltim.
Sementara organisasi profesi wartawan di Kukar baru ada PWI, sedangkan
organisasi wartawan dibawah naungan Dewan Pers ada 11.
"Ada organisasi profesi dan ada
organisasi perusahaan, untuk organisasi profesi ada PWI, AJI, IJTI, PFI,
dan organisasi perusahaan ada SPS, SMSI, AMSI, JMSI, ATSI, ATLI, PRSSI,"
kata Endro S Efendi
Dirinya berharap, kepengurusan PWI Kukar yang
baru bersedia menjalankan tugas dengan baik, dan merupakan wartawan yang kompeten,
yang tidak akan melanggar kode etik jurnalistiknya.
"Dan jika memang ada yang melanggar
dilaporkan saja, dan kartu Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bisa kita cabut,"
ungkapnya.
Menurutnya, wartawan merupakan profesi
kenabian, sebab Rasullah dalam menyampaikan wahyu tidak ditambahdan tidak
dikurangi, begitu juga yang harus dilakukan wartawan. Apa yang disampaikan
harus sesuai dengan faktanya.
Sementara itu Ketua PWI Kukar Bambang Irawan
menuturkan, terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan
pelantikan kepengurusan PWI. Di Kukar organisasi wartawan yang eksis yaitu baru
ada PWI, dengan jumlah wartawan yang bertugas di Kukar sekitar 40 orang.
"Yang terdiri dari dari media cetak,
onliene, dan televisi," ucap Bambang Irawan
Menurutnya, kemajuan teknologi informasi saat
ini melahirkan wartawan dadakan, bahwa, mereka yang kerap menyampaikan
informasi kurang tepat. Sebab karena mereka bekerja tidak dibekali kompetensi
kerja jurnalistik.
"Mereka ini terkadang menyebar informasi
hoaks. Dalam mencegah berita hoaks di Kukar, merupakan tugas bersama antara
pemerintah, aparat keamanan, termasuk juga wartawan yang harus mengimbanginya
dengan data yang akurat," sebutnya.(riz)